Skuy cah

Selasa, 05 November 2019

evaluasi pembelajaran atau penilaian

Pengertian Evaluasi Pembelajaran 

Evaluasi adalah suatu proses sistematis menetapkan nilai tentang sesuatu hal, seperti objek, proses, unjuk kerja, kegiatan, hasil, tujuan, atau hal lain berdasarkan kriteria tertentu melalui penilaian. Menurut Prevical dalam Hamalik (2001: 146) menyatakan bahwa “evaluasi adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur keefektifan sistem mengajar/belajar sebagai suatu keseluruhan”. Sedangkan evaluasi belajar adalah proses penentuan pemerolehan hasil belajar berdasarkan kriteria tertentu. Jadi, evaluasi pembelajaran merupakan proses penentuan nilai tentang proses pembelajaran berdasarkan kriteria tertentu melalui kegiatan pengukuran dan penilaian.



Pada hakikatnya evaluasi merupakan laporan akhir dari proses pembelajaran, khususnya laporan mengenai kemajuan dan prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa evaluasi merupakan pertanggungjawaban guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Evaluasi merupakan bagian penting dalam suatu sistem instruksional. Sebagaimana pendapat yang dikemukakan oleh Hamalik (2001: 147) yang menyatakan fungsi-fungsi pokok evaluasi pembelajaran sebagai berikut:

a. Fungsi edukatif

Evaluasi adalah suatu subsistem dalam sistem pendidikan yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang keseluruhan system dan/atau salah satu subsistem pendidikan.

b. Fungsi Institusional
Evaluasi berfungsi mengumpulkan informasi akurat tentang input dan output pembelajaran disamping proses pembelajaran itu sendiri. Dengan evaluasi dapat diketahui sejauh mana siswa mengalami kemajuan dalam proses belajar setelah mengalami proses pembelajaran.

c. Fungsi diagnostik
Dengan evaluasi dapat diketahui kesulitan masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh siswa dalam proses/kegiatan belajarnya. Dengan informasi tersebut maka dapat dirancang dan diupayakan untuk menanggulangi dan/atau memecahkan masalahnya.

d. Fungsi Administratif
Evaluasi menyediakan data tentang kemajuan belajar siswa, yang berguna untuk memberikan sertifikasi (tanda kelulusan) dan untuk melanjutkan studi lebih lanjut dan/atau untuk kenaikan kelas. Evaluasi juga dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan guru-guru dalam Proses Belajar Mengajar (PBM), hal ini berdaya guna untuk kepentingan supervisi.

e. Fungsi Kurikuler
Evaluasi berfungsi menyediakan data dan informasi yang akurat dan berdaya guna bagi pengembangan kurikulum (perencanaan, uji coba di lapangan, implementasi, dan revisi).

f. Fungsi manajemen
Komponen evaluasi merupakan bagian integral dalam sistem manajemen, hasil evaluasi berdaya guna sebagai bahan bagi pimpinan untuk membuat keputusan manajemen pada semua jenjang manajemen.

Pada intinya evaluasi merupakan laporan akhir dari proses pembelajaran. Khususnya laporan mengenai kemajuan dan prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa evaluasi merupakan pertanggungjawaban guru terhadap pelaksanaan proses pembelajaran.



MACAM-MACAM TEKNIK PENILAIAN

Berbagai macam teknik penilaian dapat dilakukan secara komplementer (saling melengkapi) sesuai dengan kompetensi yang dinilai. Teknik penilaian yang dimaksud antara lain melalui tes, observasi, penugasan, inventori,jurnal, penilaian diri, dan penilaian antarteman yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik.
  1. A.               Macam-macam penilaian
Menurut Permendiknas No.20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Di dalam Permendiknas tersebut dijelaskan mengenai teknik penilaian hasil belajar yaitu :
a)      Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik Penilaian berupa tes, observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik.
b)      Teknik tes berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja.
c)      Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan / atau di luar kegiatan pembelajaran.
d)     Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan / atau proyek.

Ada dua macam teknik penilaian pendidikan yang dapat digunakan dalam melaksanakan evaluasi, yaitu teknik tes dan teknik non tes.

  1. Teknik Tes
Teknik tes meliputi tes lisan, tes tertulis dan tes perbuatan. Tes lisan dilakukan dalam bentuk pertanyaan lisan di kelas yang dilakukan pada saat pembelajaran di kelas berlangsung atau di akhir pembelajaran. Tes tertulis adalah tes yang dilakukan tertulis, baik pertanyaan maupun jawabannya. Sedangkan tes perbuatan atau tes unjuk kerja adalah tes yang dilaksanakan dengan jawaban menggunakan perbuatan atau tindakan.
Evaluasi dengan menggunakan teknik tes bertujuan untuk mengetahui:
  1. Tingkat kemampuan awal siswa
  2. Hasil belajar siswa
  3. Perkembangan prestasi siswa
  4. Keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran
Adapun penilaian teknis tes terbagi menjadi beberapa bentuk tes, antara lain:

  1. Tes
Tes adalah pemberian sejumlah pertanyaan yang jawabannya dapat benar atau salah. Terdapat tiga tes, yaitu:
  1. Tes tertulis adalah tes yang menuntut peserta tes memberi jawaban secara tertulis berupa pilihan dan/atau isian. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi pilihan ganda, benar-salah, dan menjodohkan. Sedangkan tes yang jawabannya berupa isian dapat berbentuk isian singkat dan/atau uraian.
  2. Tes lisan adalah tes yang dilaksanakan melalui komunikasi langsung (tatap muka) antara peserta didik dengan pendidik. Pertanyaan dan jawaban diberikan secara lisan.
  3. Tes praktik (kinerja) adalah tes yang meminta peserta didik melakukan perbuatan/mendemonstasikan/ menampilkan keterampilan.
Dalam rancangan penilaian, tes dilakukan secara berkesinambungan melalui berbagai macam ulangan dan ujian. Ulangan meliputi ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Sedangkan ujian terdiri atas ujian nasional dan ujian sekolah.
Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk melakukan perbaikan pembelajaran, memantau kemajuan dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Terdapat empat bentuk ulangan, yaitu:
  1. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih.
  2. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
  3. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester. Cakupan ulangan akhir semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
  4. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik pada akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan kenaikan kelas meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester genap.
Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Terdapat dua bentuk ujian, yaitu: 
  1. a.      Ujian nasional adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan. 
  2. b.      Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah adalah mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada ujian nasional, dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.

  1. Observasi
Observasi adalah penilaian yang dilakukan melalui pengamatan terhadap peserta didik selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan kompetensi yang dinilai, dan dapat dilakukan baik secara formal maupun informal. Penilaian observasi dilakukan antara lain sebagai penilaian akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, serta kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

  1. Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik baik secara perorangan maupun kelompok. Penilaian penugasan diberikan untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, dan dapat berupa praktik di laboratorium, tugas rumah, portofolio, projek, dan/atau produk.

  1. Portofolio
Portofolio adalah kumpulan dokumen dan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat, perkembangan prestasi, dan kreativitas peserta didik (Popham, 1999). Bentuk ini cocok untuk mengetahui perkembangan unjuk kerja peserta didik dengan menilai bersama    karya-karya atau tugas-tugas yang  dikerjakannya. Peserta didik dan pendidik perlu melakukan diskusi untuk menentukan skor. Pada penilaian portofolio, peserta didik dapat menentukan karya-karya yang akan dinilai, melakukan penilaian sendiri kemudian hasilnya dibahas. Perkembangan kemampuan peserta didik dapat dilihat pada hasil penilaian portofolio. Teknik ini dapat dilakukan dengan baik apabila jumlah peserta didik yang dinilai sedikit.

  1. Projek
Projek adalah tugas yang diberikan kepada peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Peserta didik dapat melakukan penelitian melalui pengumpulan, pengorganisasian, dan analisis data, serta pelaporan hasil kerjanya.  Penilaian projek dilaksanakan terhadap persiapan,  pelaksanaan, dan hasil.
  1. Produk (hasil karya)
Produk (hasil karya) adalah penilaian yang meminta peserta didik menghasilkan suatu hasil karya. Penilaian produk dilakukan terhadap persiapan, pelaksanaan/proses pembuatan, dan hasil.

  1. Inventori
Inventori merupakan teknik penilaian melalui skala psikologis yang dipakai untuk mengungkapkan sikap, minat, dan persepsi peserta didik terhadap objek psikologis.

  1. Jurnal
Jurnal merupakan catatan pendidik selama proses pembelajaran yang berisi informasi hasil pengamatan terhadap kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkait dengan kinerja ataupun sikap dan perilaku peserta didik yang dipaparkan secara deskriptif.

  1. Penilaian diri
Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk menilai dirinya sendiri mengenai berbagai hal. Dalam penilaian diri, setiap peserta didik harus mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya secara jujur.

  1. Penilaian antarteman  
Penilaian antarteman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik mengemukakan kelebihan dan kekurangan temannya dalam berbagai hal secara jujur.  Dan dimana seorang siswa harus bisa mengungkapkan kekurangan dan kelebihan temannya.

Selain macam-macam teknik penilaian hasil belajar diatas, juga terdapat Tahap-tahap uji coba yang dikemukakan oleh Drs. Harjanto pada buku “Perencanaan Pembelajarn” yaitu : 
  1. Uji coba terhadap orang seorang siswa
Maksud utama uji coba orang seorang ini bukankah untuk menguji siswa, tapi untuk menguji paket (program) pengajaran. Disini siwa diminta untuk menunjukkan bagian-bagian program yang tak jelas, membingungkan, tidak konsisten, ketidakjelasan bahasa, ketidak jelasan petunjuk dan sebagainya.  Kesemuanya dimaksudkan untuk diperbaiki oleh penyusun.  
  1. Uji coba terhadap grup kecil
Dalam uji coba dalam kelompok kecil ini tidak perlu ada kontak  langsung dalam bentuk diskusi antara penyusun program dengan siswa. Berikut langkah-langkah uji coba kelompok kecil :
  • Memberikan pengantar sebagai penjelasan.
  • Memberikan “pre-test” untuk mengetahui seberapa jauh siswa telah menguasai materi program, soal “pre-test” hendaknya sama atau sama bobotnya dengan soal “pos test”.
  • Memberikan program untuk dipelajari siswa. Dengan mencatat waktu yang diperlukan untuk mempelajari program. Kemudian catat siswa yang paling cepat dan paling lambat menyelesaikan programnya.
  • Adakan “pos test” setelah siswa selesai mempelajari  program.
  • Adakan diskusi dengan siswa, minta saran-saran untuk memperbaiki program.
  • Analisis hasil “pre-test” dan “pos-test” adalah keuntungan hasil belajar (gain score) tinggi. 3.
  1. Uji coba lapangan (field testing)
Uji coba yang dilakukan jika hasil analisis telah menunjukkan sesuai atau mendekati standar yang telah ditentukan. Pada tahap ketiga ini program pengajaran diujicobakan kepada grup siswa yang direncanakan (target population) di dalam situasi belajar yang sebenarnya. Langkah-langkah uji coba lapangan.
  • Berikan “pre-test” usahakan agar siswa tidak merasa sebagai objek percobaan. Usahakan agar situasinya mirip dengan situasi kelas sebenarnya.
  • Berikan program untuk dipelajari. maksud ujicoba lapangan ialah untuk memperoleh validitas program, untuk menentukan apakah program tersebut efektif, artinya siswa dapat mencapai kemampuan seperti yang diharapkan oleh program tersebut.
  • Berikan “pos-test”, agar bisa dilihat apakah siswa menguasi keterampilan yang dimaksud oleh program tersebut.

Jumat, 18 Oktober 2019


Kali Kedua Tak Lagi Sama

“Ndrett…. ndrett..” . Suara getar alarm gawai membangunkan lelapku. Dengan setengah sadar seperti biasa Aku mengingat apa yang akan dilAkukan satu hari ini. Dengan menunggu 6 nyawa lainnya yang  sedang berkelana dengan mimpiku semalam, Aku masih berusaha keras untuk mengingat.
“byur.. byur.. byur..” air yang bertubrukan dengan lantai kamar mandi terdengar dengan jelas. Ku panggil teman ku untuk memastikan,
 “Tul? El? Pit?” suarAku penasaran. Tiba tiba seseorang muncul dari balik pintu. Ternyata Nutul teman alien sekaligus teman kelasku. Dengan suara khasnya “Lusiiii.. mandii.. nanti ketinggalan buss.” Dengan tertawa ku sambut lengkingan nada geramnya, maksutmu apa pikirku.
Setelah ku kembali ke kamar baru teringat hari ini jadwal untuk pergi ke Pulau dewata, sebagai mahasiswa dengan umur masih kepala dua nyawa ke 6 baru bisa kembali setelah gosok gigi dan cipratan air wudhu. Setelah ku laksanakan kewajibanku sebagai manusia beragama tiba tiba suara gawai ku bordering lagi. Tertera nama biyung di gawaiku ternyata tugas seorang ibu tidak bisa lepas meskipun anaknya sudah di perantauan. Pesan singkat mengingatkan bahwa Aku harus segera bangun dan mandi serta mengecek kembali barang yang harus ku bawa saat kegiatan kuliah lapangan di Bali. Meskipun ini kali kedua ku ibuku selalu mewanti wanti agar tidak ada yang tertinggal.
Begitu membaca pesan singkatnya Aku segera melaksanakan perintah “ndoro ayu” kalau kata Bapak. Bukan karena Aku terburu tapi Aku mengingat bahwa setiap pagi ibu pasti sangat kerepotan dan Aku akan merasa durhaka karena tidak menuruti perintahnya, dengan memberiku pesan singkat seperti itu rasanya mata awas ibu berada di sekelingku. Entah mengapa hari ini rasanya menyenangkan sekali.
Dua puluh menit usai ku sudah siap dengan koper dan ransel. Suara riuh penghuni asrama putri sudah saling cekikikan canda dan suara tarikan koper sudah mulai bising. Dari lantai atas ku melihat salah satu teman kelasku lalu ku panggil ia “nces, inces, tungguin donk, lagi pake sepatu nih. Tul, buruannn, katanya biar ga ketinggalan bus,”.
Perjalanan kami awali dengan saling melempar canda dan ramalan, “nces, nih pasti busnya ga ada di depan solo square, dah kebal Aku dengan janji janji om om” dengan tertawa mengejek ia membalas ramalanku
“sering kecewa ya mbak hahahaha”. Sesaat setelah itu tibalah kami di depan solo square dan benar bus nya tidak satupun yang tampak. Ternyata mereka terjebak macet di jalan. Disana sudah berkumpul teman temanku yang lain. Wajah ceria mereka pancarkan untuk perjalanan yang akan di tempuh. Pikirku semoga kali kedua tak lagi sama.
Perjalanan dibuka oleh suara merdu biduan kelas kami, lagu ambyar milik legend campursari Lord Didi Kempot dan Caknan kami lantunkan dengan semangat di dalam bus, tak terasa tibalah kami di salah satu Sekolah berbasis Alam yang akan menyenangkan menurutku di kota Surabaya. Dalam hati “Ini Surabaya, wah panas terik, air di sungai gak mengalir, masak iya sih ada sekolah alam disini,” pikirku merendahkan. Ternyata pradugAku salah, Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) konsisten dengan namanya sekolah alam.
“eh kamu cantik banget nak, sini sini kaka foto,” pujiku kepada salah satu siswa di SAIM , dan tiba tiba teman temannya mendekat,
“Pagiku cerahku, matahari bersinar, ku gendong tas merahku di pundak,” nyanyiannya untukku dan tanpa malu Aku menyanyi bersama mereka dan dan seketika teman temanku hanya melempar senyum padAku. Ah pembuka yang menyenangkan.
Menggali informasi sedetail mungkin sangat bermanfaat disini. Pematah praduga yang mantab.
“Mbak waktunya sudah habis, silahkan menuju masjid untuk beribadah, makan, dan sesi selanjutnya” tutur Ustad di SAIM dengan ramah mengarahkan mahasiswa. Aku rasa perjalanan kali ini akan menarik pikirku optimis.
Sebelum perjalanan kami lanjutkan, Aku diberi amanah untuk membawa kembali air mineral sisa kembali ke bus, sabahatku Satria tiba tiba datang dengan wajah tengilnya mengejek. “bawa tuh, lemah amat sih lu hahaha” tawanya menggelegar memecah kebisingan di sekitar kami. “untung lu jelek, kalo semisal ganteng kaya si Dipta gak gue nyinyirin lu hahahaha” tanpa sadar Dipta berada di belakangku dan mendengar semua perkataanku.
Karena malu Aku cepat cepat menarik almet Satria “eh lu kenape ga bilang Dipta di belakang gue” cakapku kesal. Kisah awal dimulai dari kejadian ini, ekspetasi kali kedua indah sepertinya akan susah tercapai.
Perjalanan kami lanjutkan menuju Pulau Bali, makan malam pun tiba. Karena terburu lapar Aku dan mei teman bangkuku segera turun dan antri di depan meja prasmanan. Sialya Dipta berada di seberang meja prasmanan, menahan malu ternyata tidak asik.
“Mei lu duduk aje dulu, ntar gue ambilin minum.” Kataku dengan menoleh noleh bangku yang kira kira bisa kita tempati. “heh sat, kok ambil minum dua sih?” tanyaku pada satria saaat kami berpapasan di ruangan yang penuh sesak. “lah ini gua ngambilin buat lu satu,” jelasnya. “terimakasih utututu cuhubutku ini baik bener. Taruh mejaku ya sat Aku harus ngambilin satu buat mei nih dah janji mau ngambilin hehe” Godaku.
Setelah kejadian siang tadi Aku selalu menatap Dipta lewat kejauhan. Paiton sudah kami lewati, tiba tiba terdengar lagu Tegar milik Rossa,
“tergoda Aku tuk berfikir dia yang tercinta, mengapa tlah lama tak Nampak dirimu di sini, jangankan ku ingin tersenyum tak ada gairah, ku ingin selalu bersmamu, kini ku resah diriku lemah tanpa mu,,” semakin lengkap sudah suasana dan lagu yang terputar. Dipta yang kian terasa jauh ku bisa apa.
Tak lama pelabuhan semakin terlihat, rasa jenuh melanda, dan kapal terasa menyebalkan saja karena bau solar, ah kacau.
Pikiranku terombang ambing layaknya ombak galau tidak jelas. Harapan pupus sudah. Ditambah suasana dek kapal bau mie instan cup. Semakin mual sajalah perut ini. Untungnya hanya 2 jam kami di kapal kalau tidak mungkin Aku sudah ambyar.
Hotel transit terlihat, “Alhamdulillah bisa rebahan” katAku. Sarapan yang sudah di hidangkan tak meruntuhkan dinding galauku. “heh lu kenape,” Sapa Satria. Karena keadaan jiwa sedang tidak stabil Aku memilih diam saja. “balik bus yuk” ajak teman teman, kami pun kembali ke bus, dan apa yang Aku lihat adalah Dipta sedang berfoto dengan mantannya “haha tau gitu gue nambah nasi tadi sat hahaha” gumamku pada satria. “gausah sok ketawa lu kalo ambyar, ambyar aja” ledeknya.
Setelah kunjungan kami menuju GWK, di sana hal sama merusak suasana hati terjadi lagi, Dipta memberikan hadiah kepada Gita mantannya. “haduh to le le ambyar atiku” keluhku kepada sahabatku Satria. Lamunanku terpecah saat tari kecak dimualai yang selalu terputar dalam otak,”nih kenapa sih orang gendut gak berhak bahagia”
Perdebatan batin dan logika ku sedikit merusak target capaianku di Bali. Aku terlihat murung, nahkan Aku merasa pusing sekali. Tiba tiba Aku sudah berada di dalam bus dengan bau minyak angina di leherku, “loh, kok, dimana nih” tanyAku bingung. “gausah kaya sinetron lu, dah tau di bus segala nanya dimana” omel Mei di sampingku.
Hotel Penginapan sangat nyaman membuatku merehatkan badan dan pikiranku dengan siraman air hangat shower di kamar mandi dan tidur.
“ndret,, ndret..”
“kenapa nih satria, halo, iya kenapa sat” gumamku
“lu pinter dikit kek. Lu itu di Bali, yang lu lAkuin di sini bukan buat galau bambang. Mahal coy kasian ortu lu” omel Satria tanpa basa basi dan jeda untuk sekedar pembelaan.
“hehehe iya sih gue kenapa sih huhu so sad” ucapku manja.
“yaudah gua gamau liat lu besok loyo kaya tisu kena aer, yaudah gue mau ke chattime coffe dulu, dah tidur lu bambank” pesan satria dengan nada mengusir.
“yadeh bye” timpAku
Penguatan sabahatku memberi semangat baru di hari ketiga, tiba tiba aja mikir gamau durhaka sama bapak ibu kalau galau gak jelas. Aku awali dengan yoga di depan balkon agar hariku lebih tenang, normal, dan sangar.
Kunjungan wisata ke Uluwatu sebagai tanda selesainya masa galau alai ku, disana Satria memberiku balon. Dia menyuruhku keluarkan keluh kesal melalui tiupan balon. Setelah itu Satria menyuruhku menali dan melepaskan balin ke arah tebing yang berbatasan langsung dengan samudra hindia, dan benar lega juga rasanya.
Hari hari begitu menyenangkan setelahnya, saat melihat dipta Aku merasa sedikit merelakan. Saat pergantian tempat kunjungan di Bus terdengar lagu Armada Harusnya Aku.
 “ku tak bahagia melihat kau bahagia dengannya, Aku terluka tak bisa dapatkan kau sepenuhnya,,”lagu melantun degan indah
Tapi hal sederhana dari sahabatku membuatku lebih baik. Kini lebih merelakan yang bukan menjadi hak adalah suatu keajaiban.
Penutup Kuliah kali ini adalah danau bedugul. Disana Aku memberanikan diri untuk meminta foto berdua dengan Dipta sebagai kenang kenangan, tapi memang setelah dilihat kami tidak cocok, benar apa kata Satria, “Diet dulu baru bucin.”
Setelah itu perjalanan menuju Pulang di sambut dengan senja, di sana Aku merasa bersyukur targetku “Kali Kedua tak Lagi Sama”.