Skuy cah

Jumat, 19 Juni 2020

Mahasiswa membagikan CovidKit Kepada Masyarakat Rt 03 Dusun Mendirat



 Mahasiswa membagikan CovidKit Kepada Masyarakat Rt 03 Dusun Mendirat





Sabtu (20/06/2020) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah mengadakan penarikan Gelombang 1 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tanggap Covid-19 tepat di 45 hari masa KKN berlangsung.

Sesuai dalam artikel yang sudah terbit dalam galamedia.com (17/06/20). Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB, Ibnu Azur, sebagai fasilitator dalam paparannya di Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) UNS, yang diikuti para mahasiswa peserta pelatihan secara berjaringan di tempat tinggal masing masing, mengungkapkan, sejak teridentifikasi kasus infeksi Covid 19 pertama di Indonesia, pemerintah menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional pada tanggal 31 Maret 2020 sampai 29 Mei 2020.

Saat itu juga pemerintah membentuk Satuan Tugas Presiden di bawah Kepala BNPB dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Khusus di Provinsi Jawa Tengah, menurut Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan, BNPB itu, mahasiswa peserta KKN diharapkan memperkuat peran Satgas "Jogo Tonggo" yang digagas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Sesuai dengan pernyataan tersebut maka mahasiswa yang telah mengimput mata kuliah KKN dapat menjalankan tugas KKN nya dengan menjadi relawan tanggap covid di lingkungannya masing masing. UPKKN UNS memberikan fasilitas berupa pembekalan dan pengarahan kepada mahasiswa  untuk melakukan KKN di lingkungan sekitar tempat tinggal mahasiswa.



Salah satu KKN yang dialami oleh Nunung Lusiana (mahasiswa PGSD UNS) Dusun Mendirat Desa Pare Temanggung terutama di RT tempat tinggalnya. Nunung mengambil tema besar pemehaman masyarakat mengenai covid-19. Sesuai dengan tema yang ia pilih ia menuturkan bahwa lingkungannya belum memahami secara penuh mengenai covid ini. Maka dari itu ia menjadi relawan dengan memberikan informasi kepada masyarakat sekitar. Guna mendukung aksinya Nunung memberikan paket berupa CovidKit dan juga memberikan banyak poster dan juga spanduk di sekitar lingkungan masyarakat sekitar.






Masyarakat mengaku telah terbantu dengan informasi dan Covidkit yang di berikan oleh mahasiswa KKN tersebut.

“Sangat terbantu sekali dengan adanya KKN Tanggap Covid-19 ini yang dilakukan oleh UNS sangat membantu warga yang kesulitan mendapat masker di pasaran dan juga sabun cuci tangan minimalis yang dapat di bawa kemana mana ini.” Kata Kosim (Ketua Rukun Tetangga di RT 03)

Selasa, 05 November 2019

evaluasi pembelajaran atau penilaian

Pengertian Evaluasi Pembelajaran 

Evaluasi adalah suatu proses sistematis menetapkan nilai tentang sesuatu hal, seperti objek, proses, unjuk kerja, kegiatan, hasil, tujuan, atau hal lain berdasarkan kriteria tertentu melalui penilaian. Menurut Prevical dalam Hamalik (2001: 146) menyatakan bahwa “evaluasi adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur keefektifan sistem mengajar/belajar sebagai suatu keseluruhan”. Sedangkan evaluasi belajar adalah proses penentuan pemerolehan hasil belajar berdasarkan kriteria tertentu. Jadi, evaluasi pembelajaran merupakan proses penentuan nilai tentang proses pembelajaran berdasarkan kriteria tertentu melalui kegiatan pengukuran dan penilaian.



Pada hakikatnya evaluasi merupakan laporan akhir dari proses pembelajaran, khususnya laporan mengenai kemajuan dan prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa evaluasi merupakan pertanggungjawaban guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Evaluasi merupakan bagian penting dalam suatu sistem instruksional. Sebagaimana pendapat yang dikemukakan oleh Hamalik (2001: 147) yang menyatakan fungsi-fungsi pokok evaluasi pembelajaran sebagai berikut:

a. Fungsi edukatif

Evaluasi adalah suatu subsistem dalam sistem pendidikan yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang keseluruhan system dan/atau salah satu subsistem pendidikan.

b. Fungsi Institusional
Evaluasi berfungsi mengumpulkan informasi akurat tentang input dan output pembelajaran disamping proses pembelajaran itu sendiri. Dengan evaluasi dapat diketahui sejauh mana siswa mengalami kemajuan dalam proses belajar setelah mengalami proses pembelajaran.

c. Fungsi diagnostik
Dengan evaluasi dapat diketahui kesulitan masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh siswa dalam proses/kegiatan belajarnya. Dengan informasi tersebut maka dapat dirancang dan diupayakan untuk menanggulangi dan/atau memecahkan masalahnya.

d. Fungsi Administratif
Evaluasi menyediakan data tentang kemajuan belajar siswa, yang berguna untuk memberikan sertifikasi (tanda kelulusan) dan untuk melanjutkan studi lebih lanjut dan/atau untuk kenaikan kelas. Evaluasi juga dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan guru-guru dalam Proses Belajar Mengajar (PBM), hal ini berdaya guna untuk kepentingan supervisi.

e. Fungsi Kurikuler
Evaluasi berfungsi menyediakan data dan informasi yang akurat dan berdaya guna bagi pengembangan kurikulum (perencanaan, uji coba di lapangan, implementasi, dan revisi).

f. Fungsi manajemen
Komponen evaluasi merupakan bagian integral dalam sistem manajemen, hasil evaluasi berdaya guna sebagai bahan bagi pimpinan untuk membuat keputusan manajemen pada semua jenjang manajemen.

Pada intinya evaluasi merupakan laporan akhir dari proses pembelajaran. Khususnya laporan mengenai kemajuan dan prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa evaluasi merupakan pertanggungjawaban guru terhadap pelaksanaan proses pembelajaran.



MACAM-MACAM TEKNIK PENILAIAN

Berbagai macam teknik penilaian dapat dilakukan secara komplementer (saling melengkapi) sesuai dengan kompetensi yang dinilai. Teknik penilaian yang dimaksud antara lain melalui tes, observasi, penugasan, inventori,jurnal, penilaian diri, dan penilaian antarteman yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik.
  1. A.               Macam-macam penilaian
Menurut Permendiknas No.20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Di dalam Permendiknas tersebut dijelaskan mengenai teknik penilaian hasil belajar yaitu :
a)      Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik Penilaian berupa tes, observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik.
b)      Teknik tes berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja.
c)      Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan / atau di luar kegiatan pembelajaran.
d)     Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan / atau proyek.

Ada dua macam teknik penilaian pendidikan yang dapat digunakan dalam melaksanakan evaluasi, yaitu teknik tes dan teknik non tes.

  1. Teknik Tes
Teknik tes meliputi tes lisan, tes tertulis dan tes perbuatan. Tes lisan dilakukan dalam bentuk pertanyaan lisan di kelas yang dilakukan pada saat pembelajaran di kelas berlangsung atau di akhir pembelajaran. Tes tertulis adalah tes yang dilakukan tertulis, baik pertanyaan maupun jawabannya. Sedangkan tes perbuatan atau tes unjuk kerja adalah tes yang dilaksanakan dengan jawaban menggunakan perbuatan atau tindakan.
Evaluasi dengan menggunakan teknik tes bertujuan untuk mengetahui:
  1. Tingkat kemampuan awal siswa
  2. Hasil belajar siswa
  3. Perkembangan prestasi siswa
  4. Keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran
Adapun penilaian teknis tes terbagi menjadi beberapa bentuk tes, antara lain:

  1. Tes
Tes adalah pemberian sejumlah pertanyaan yang jawabannya dapat benar atau salah. Terdapat tiga tes, yaitu:
  1. Tes tertulis adalah tes yang menuntut peserta tes memberi jawaban secara tertulis berupa pilihan dan/atau isian. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi pilihan ganda, benar-salah, dan menjodohkan. Sedangkan tes yang jawabannya berupa isian dapat berbentuk isian singkat dan/atau uraian.
  2. Tes lisan adalah tes yang dilaksanakan melalui komunikasi langsung (tatap muka) antara peserta didik dengan pendidik. Pertanyaan dan jawaban diberikan secara lisan.
  3. Tes praktik (kinerja) adalah tes yang meminta peserta didik melakukan perbuatan/mendemonstasikan/ menampilkan keterampilan.
Dalam rancangan penilaian, tes dilakukan secara berkesinambungan melalui berbagai macam ulangan dan ujian. Ulangan meliputi ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Sedangkan ujian terdiri atas ujian nasional dan ujian sekolah.
Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk melakukan perbaikan pembelajaran, memantau kemajuan dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Terdapat empat bentuk ulangan, yaitu:
  1. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih.
  2. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
  3. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester. Cakupan ulangan akhir semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
  4. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik pada akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan kenaikan kelas meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester genap.
Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Terdapat dua bentuk ujian, yaitu: 
  1. a.      Ujian nasional adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan. 
  2. b.      Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah adalah mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada ujian nasional, dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.

  1. Observasi
Observasi adalah penilaian yang dilakukan melalui pengamatan terhadap peserta didik selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan kompetensi yang dinilai, dan dapat dilakukan baik secara formal maupun informal. Penilaian observasi dilakukan antara lain sebagai penilaian akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, serta kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

  1. Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik baik secara perorangan maupun kelompok. Penilaian penugasan diberikan untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, dan dapat berupa praktik di laboratorium, tugas rumah, portofolio, projek, dan/atau produk.

  1. Portofolio
Portofolio adalah kumpulan dokumen dan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat, perkembangan prestasi, dan kreativitas peserta didik (Popham, 1999). Bentuk ini cocok untuk mengetahui perkembangan unjuk kerja peserta didik dengan menilai bersama    karya-karya atau tugas-tugas yang  dikerjakannya. Peserta didik dan pendidik perlu melakukan diskusi untuk menentukan skor. Pada penilaian portofolio, peserta didik dapat menentukan karya-karya yang akan dinilai, melakukan penilaian sendiri kemudian hasilnya dibahas. Perkembangan kemampuan peserta didik dapat dilihat pada hasil penilaian portofolio. Teknik ini dapat dilakukan dengan baik apabila jumlah peserta didik yang dinilai sedikit.

  1. Projek
Projek adalah tugas yang diberikan kepada peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Peserta didik dapat melakukan penelitian melalui pengumpulan, pengorganisasian, dan analisis data, serta pelaporan hasil kerjanya.  Penilaian projek dilaksanakan terhadap persiapan,  pelaksanaan, dan hasil.
  1. Produk (hasil karya)
Produk (hasil karya) adalah penilaian yang meminta peserta didik menghasilkan suatu hasil karya. Penilaian produk dilakukan terhadap persiapan, pelaksanaan/proses pembuatan, dan hasil.

  1. Inventori
Inventori merupakan teknik penilaian melalui skala psikologis yang dipakai untuk mengungkapkan sikap, minat, dan persepsi peserta didik terhadap objek psikologis.

  1. Jurnal
Jurnal merupakan catatan pendidik selama proses pembelajaran yang berisi informasi hasil pengamatan terhadap kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkait dengan kinerja ataupun sikap dan perilaku peserta didik yang dipaparkan secara deskriptif.

  1. Penilaian diri
Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk menilai dirinya sendiri mengenai berbagai hal. Dalam penilaian diri, setiap peserta didik harus mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya secara jujur.

  1. Penilaian antarteman  
Penilaian antarteman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik mengemukakan kelebihan dan kekurangan temannya dalam berbagai hal secara jujur.  Dan dimana seorang siswa harus bisa mengungkapkan kekurangan dan kelebihan temannya.

Selain macam-macam teknik penilaian hasil belajar diatas, juga terdapat Tahap-tahap uji coba yang dikemukakan oleh Drs. Harjanto pada buku “Perencanaan Pembelajarn” yaitu : 
  1. Uji coba terhadap orang seorang siswa
Maksud utama uji coba orang seorang ini bukankah untuk menguji siswa, tapi untuk menguji paket (program) pengajaran. Disini siwa diminta untuk menunjukkan bagian-bagian program yang tak jelas, membingungkan, tidak konsisten, ketidakjelasan bahasa, ketidak jelasan petunjuk dan sebagainya.  Kesemuanya dimaksudkan untuk diperbaiki oleh penyusun.  
  1. Uji coba terhadap grup kecil
Dalam uji coba dalam kelompok kecil ini tidak perlu ada kontak  langsung dalam bentuk diskusi antara penyusun program dengan siswa. Berikut langkah-langkah uji coba kelompok kecil :
  • Memberikan pengantar sebagai penjelasan.
  • Memberikan “pre-test” untuk mengetahui seberapa jauh siswa telah menguasai materi program, soal “pre-test” hendaknya sama atau sama bobotnya dengan soal “pos test”.
  • Memberikan program untuk dipelajari siswa. Dengan mencatat waktu yang diperlukan untuk mempelajari program. Kemudian catat siswa yang paling cepat dan paling lambat menyelesaikan programnya.
  • Adakan “pos test” setelah siswa selesai mempelajari  program.
  • Adakan diskusi dengan siswa, minta saran-saran untuk memperbaiki program.
  • Analisis hasil “pre-test” dan “pos-test” adalah keuntungan hasil belajar (gain score) tinggi. 3.
  1. Uji coba lapangan (field testing)
Uji coba yang dilakukan jika hasil analisis telah menunjukkan sesuai atau mendekati standar yang telah ditentukan. Pada tahap ketiga ini program pengajaran diujicobakan kepada grup siswa yang direncanakan (target population) di dalam situasi belajar yang sebenarnya. Langkah-langkah uji coba lapangan.
  • Berikan “pre-test” usahakan agar siswa tidak merasa sebagai objek percobaan. Usahakan agar situasinya mirip dengan situasi kelas sebenarnya.
  • Berikan program untuk dipelajari. maksud ujicoba lapangan ialah untuk memperoleh validitas program, untuk menentukan apakah program tersebut efektif, artinya siswa dapat mencapai kemampuan seperti yang diharapkan oleh program tersebut.
  • Berikan “pos-test”, agar bisa dilihat apakah siswa menguasi keterampilan yang dimaksud oleh program tersebut.

Jumat, 18 Oktober 2019


Kali Kedua Tak Lagi Sama

“Ndrett…. ndrett..” . Suara getar alarm gawai membangunkan lelapku. Dengan setengah sadar seperti biasa Aku mengingat apa yang akan dilAkukan satu hari ini. Dengan menunggu 6 nyawa lainnya yang  sedang berkelana dengan mimpiku semalam, Aku masih berusaha keras untuk mengingat.
“byur.. byur.. byur..” air yang bertubrukan dengan lantai kamar mandi terdengar dengan jelas. Ku panggil teman ku untuk memastikan,
 “Tul? El? Pit?” suarAku penasaran. Tiba tiba seseorang muncul dari balik pintu. Ternyata Nutul teman alien sekaligus teman kelasku. Dengan suara khasnya “Lusiiii.. mandii.. nanti ketinggalan buss.” Dengan tertawa ku sambut lengkingan nada geramnya, maksutmu apa pikirku.
Setelah ku kembali ke kamar baru teringat hari ini jadwal untuk pergi ke Pulau dewata, sebagai mahasiswa dengan umur masih kepala dua nyawa ke 6 baru bisa kembali setelah gosok gigi dan cipratan air wudhu. Setelah ku laksanakan kewajibanku sebagai manusia beragama tiba tiba suara gawai ku bordering lagi. Tertera nama biyung di gawaiku ternyata tugas seorang ibu tidak bisa lepas meskipun anaknya sudah di perantauan. Pesan singkat mengingatkan bahwa Aku harus segera bangun dan mandi serta mengecek kembali barang yang harus ku bawa saat kegiatan kuliah lapangan di Bali. Meskipun ini kali kedua ku ibuku selalu mewanti wanti agar tidak ada yang tertinggal.
Begitu membaca pesan singkatnya Aku segera melaksanakan perintah “ndoro ayu” kalau kata Bapak. Bukan karena Aku terburu tapi Aku mengingat bahwa setiap pagi ibu pasti sangat kerepotan dan Aku akan merasa durhaka karena tidak menuruti perintahnya, dengan memberiku pesan singkat seperti itu rasanya mata awas ibu berada di sekelingku. Entah mengapa hari ini rasanya menyenangkan sekali.
Dua puluh menit usai ku sudah siap dengan koper dan ransel. Suara riuh penghuni asrama putri sudah saling cekikikan canda dan suara tarikan koper sudah mulai bising. Dari lantai atas ku melihat salah satu teman kelasku lalu ku panggil ia “nces, inces, tungguin donk, lagi pake sepatu nih. Tul, buruannn, katanya biar ga ketinggalan bus,”.
Perjalanan kami awali dengan saling melempar canda dan ramalan, “nces, nih pasti busnya ga ada di depan solo square, dah kebal Aku dengan janji janji om om” dengan tertawa mengejek ia membalas ramalanku
“sering kecewa ya mbak hahahaha”. Sesaat setelah itu tibalah kami di depan solo square dan benar bus nya tidak satupun yang tampak. Ternyata mereka terjebak macet di jalan. Disana sudah berkumpul teman temanku yang lain. Wajah ceria mereka pancarkan untuk perjalanan yang akan di tempuh. Pikirku semoga kali kedua tak lagi sama.
Perjalanan dibuka oleh suara merdu biduan kelas kami, lagu ambyar milik legend campursari Lord Didi Kempot dan Caknan kami lantunkan dengan semangat di dalam bus, tak terasa tibalah kami di salah satu Sekolah berbasis Alam yang akan menyenangkan menurutku di kota Surabaya. Dalam hati “Ini Surabaya, wah panas terik, air di sungai gak mengalir, masak iya sih ada sekolah alam disini,” pikirku merendahkan. Ternyata pradugAku salah, Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) konsisten dengan namanya sekolah alam.
“eh kamu cantik banget nak, sini sini kaka foto,” pujiku kepada salah satu siswa di SAIM , dan tiba tiba teman temannya mendekat,
“Pagiku cerahku, matahari bersinar, ku gendong tas merahku di pundak,” nyanyiannya untukku dan tanpa malu Aku menyanyi bersama mereka dan dan seketika teman temanku hanya melempar senyum padAku. Ah pembuka yang menyenangkan.
Menggali informasi sedetail mungkin sangat bermanfaat disini. Pematah praduga yang mantab.
“Mbak waktunya sudah habis, silahkan menuju masjid untuk beribadah, makan, dan sesi selanjutnya” tutur Ustad di SAIM dengan ramah mengarahkan mahasiswa. Aku rasa perjalanan kali ini akan menarik pikirku optimis.
Sebelum perjalanan kami lanjutkan, Aku diberi amanah untuk membawa kembali air mineral sisa kembali ke bus, sabahatku Satria tiba tiba datang dengan wajah tengilnya mengejek. “bawa tuh, lemah amat sih lu hahaha” tawanya menggelegar memecah kebisingan di sekitar kami. “untung lu jelek, kalo semisal ganteng kaya si Dipta gak gue nyinyirin lu hahahaha” tanpa sadar Dipta berada di belakangku dan mendengar semua perkataanku.
Karena malu Aku cepat cepat menarik almet Satria “eh lu kenape ga bilang Dipta di belakang gue” cakapku kesal. Kisah awal dimulai dari kejadian ini, ekspetasi kali kedua indah sepertinya akan susah tercapai.
Perjalanan kami lanjutkan menuju Pulau Bali, makan malam pun tiba. Karena terburu lapar Aku dan mei teman bangkuku segera turun dan antri di depan meja prasmanan. Sialya Dipta berada di seberang meja prasmanan, menahan malu ternyata tidak asik.
“Mei lu duduk aje dulu, ntar gue ambilin minum.” Kataku dengan menoleh noleh bangku yang kira kira bisa kita tempati. “heh sat, kok ambil minum dua sih?” tanyaku pada satria saaat kami berpapasan di ruangan yang penuh sesak. “lah ini gua ngambilin buat lu satu,” jelasnya. “terimakasih utututu cuhubutku ini baik bener. Taruh mejaku ya sat Aku harus ngambilin satu buat mei nih dah janji mau ngambilin hehe” Godaku.
Setelah kejadian siang tadi Aku selalu menatap Dipta lewat kejauhan. Paiton sudah kami lewati, tiba tiba terdengar lagu Tegar milik Rossa,
“tergoda Aku tuk berfikir dia yang tercinta, mengapa tlah lama tak Nampak dirimu di sini, jangankan ku ingin tersenyum tak ada gairah, ku ingin selalu bersmamu, kini ku resah diriku lemah tanpa mu,,” semakin lengkap sudah suasana dan lagu yang terputar. Dipta yang kian terasa jauh ku bisa apa.
Tak lama pelabuhan semakin terlihat, rasa jenuh melanda, dan kapal terasa menyebalkan saja karena bau solar, ah kacau.
Pikiranku terombang ambing layaknya ombak galau tidak jelas. Harapan pupus sudah. Ditambah suasana dek kapal bau mie instan cup. Semakin mual sajalah perut ini. Untungnya hanya 2 jam kami di kapal kalau tidak mungkin Aku sudah ambyar.
Hotel transit terlihat, “Alhamdulillah bisa rebahan” katAku. Sarapan yang sudah di hidangkan tak meruntuhkan dinding galauku. “heh lu kenape,” Sapa Satria. Karena keadaan jiwa sedang tidak stabil Aku memilih diam saja. “balik bus yuk” ajak teman teman, kami pun kembali ke bus, dan apa yang Aku lihat adalah Dipta sedang berfoto dengan mantannya “haha tau gitu gue nambah nasi tadi sat hahaha” gumamku pada satria. “gausah sok ketawa lu kalo ambyar, ambyar aja” ledeknya.
Setelah kunjungan kami menuju GWK, di sana hal sama merusak suasana hati terjadi lagi, Dipta memberikan hadiah kepada Gita mantannya. “haduh to le le ambyar atiku” keluhku kepada sahabatku Satria. Lamunanku terpecah saat tari kecak dimualai yang selalu terputar dalam otak,”nih kenapa sih orang gendut gak berhak bahagia”
Perdebatan batin dan logika ku sedikit merusak target capaianku di Bali. Aku terlihat murung, nahkan Aku merasa pusing sekali. Tiba tiba Aku sudah berada di dalam bus dengan bau minyak angina di leherku, “loh, kok, dimana nih” tanyAku bingung. “gausah kaya sinetron lu, dah tau di bus segala nanya dimana” omel Mei di sampingku.
Hotel Penginapan sangat nyaman membuatku merehatkan badan dan pikiranku dengan siraman air hangat shower di kamar mandi dan tidur.
“ndret,, ndret..”
“kenapa nih satria, halo, iya kenapa sat” gumamku
“lu pinter dikit kek. Lu itu di Bali, yang lu lAkuin di sini bukan buat galau bambang. Mahal coy kasian ortu lu” omel Satria tanpa basa basi dan jeda untuk sekedar pembelaan.
“hehehe iya sih gue kenapa sih huhu so sad” ucapku manja.
“yaudah gua gamau liat lu besok loyo kaya tisu kena aer, yaudah gue mau ke chattime coffe dulu, dah tidur lu bambank” pesan satria dengan nada mengusir.
“yadeh bye” timpAku
Penguatan sabahatku memberi semangat baru di hari ketiga, tiba tiba aja mikir gamau durhaka sama bapak ibu kalau galau gak jelas. Aku awali dengan yoga di depan balkon agar hariku lebih tenang, normal, dan sangar.
Kunjungan wisata ke Uluwatu sebagai tanda selesainya masa galau alai ku, disana Satria memberiku balon. Dia menyuruhku keluarkan keluh kesal melalui tiupan balon. Setelah itu Satria menyuruhku menali dan melepaskan balin ke arah tebing yang berbatasan langsung dengan samudra hindia, dan benar lega juga rasanya.
Hari hari begitu menyenangkan setelahnya, saat melihat dipta Aku merasa sedikit merelakan. Saat pergantian tempat kunjungan di Bus terdengar lagu Armada Harusnya Aku.
 “ku tak bahagia melihat kau bahagia dengannya, Aku terluka tak bisa dapatkan kau sepenuhnya,,”lagu melantun degan indah
Tapi hal sederhana dari sahabatku membuatku lebih baik. Kini lebih merelakan yang bukan menjadi hak adalah suatu keajaiban.
Penutup Kuliah kali ini adalah danau bedugul. Disana Aku memberanikan diri untuk meminta foto berdua dengan Dipta sebagai kenang kenangan, tapi memang setelah dilihat kami tidak cocok, benar apa kata Satria, “Diet dulu baru bucin.”
Setelah itu perjalanan menuju Pulang di sambut dengan senja, di sana Aku merasa bersyukur targetku “Kali Kedua tak Lagi Sama”.

Sabtu, 07 Januari 2017

Cerpen



Cerita Masa SMA
Cinta adalah sebuah drama komedi. Banyak orang susah menafsirkan sebuah cinta. Padahal dalam kenyataannya cinta begitu sangat mudah dipahami. Apalagi bagi seorang yang baru saja menginjak remaja. Begitulah yang dirasakan Salsabila Venus. Gadis dengan gemerlap kota Jogja yang membuat siapa saja berdetak kagum melihat anggunnya dirinya. Namun semua kenangan indah di Jogja harus pupus karena tragedi tentang kekuatan cinta yang kini sudah ia ragukan lagi kebenarannya. Tauma tentang cinta berawal dari perceraian orang tua yang membuatnya harus pindah ke Magelang, ke rumah eyang kakungnya.
Pagi ini hari sangatlah cerah, seperti biasa Sasa pergi ke sekolah. Hari ini adalah hari pertama Sasa ke sekolah baru setelah pindah dari Jogja. Sebelumnya ia didaftarkan eyangnya ke sekolah swasta agar tidak jauh beda dengan teman temannya di Jogja, namun Sasa menolak karena ia merasa akan mengawali semua dengan nol lagi. Ia berusaha melupakan semua kenangan indah yang terjadi di Jogja. Setelah diantar eyang ke sekolah, Sasa dengan bersemangat menuju ke kantor untuk menemui Bu Dona.
“Assalmuaaikum Bu, saya murid baru dari Jogja."
“Walaikumsalam. Ohh iya, Salsabila Venus ya? ” tanya Bu Dona dengan senyum manisnya.
“Iya Bu, panggil Sasa saja Bu.”
“Oh ya Mbak Sasa, sini duduk sambil nunggu bel. Kebetulan jam pertama saya mengajar di kelas Mbak Sasa nantinya.“
 “Terima kasih Bu.”
Tiba-tiba dering bel tanda pelajaran pertama berbunyi nyaring, Sasa pun bersiap menuju kelas barunya dengan hati gemetar. Ia berjalan menuju kelas barunya bersama Bu Dona. Tibalah mereka di depan kelas XII IPS 2. Bu Dona pun masuk terlebih dahulu dan berdiri di depan kelas.
“Pagi anak-anak, pagi ini ibu akan memperkenalkan teman baru kalian. Sini Mbak, masuk.” Dengan berjalan perlahan, Sasa mengetuk pintu dan masuk.
“Silahkan perkenalkan dirimu Mbak.”
“Baiklah Bu, pagi teman-teman, perkenalkan saya Salsabila Venus, saya pindahan dari SMA Angkasa Adisucipto Jogjakarta, alamat saya di daerah Wates dekat SMP 3. Panggil saja Sasa.
“Ada yang ingin bertanya? Jika tidak silahkan mbak Sasa duduk di dekat Mbak Aurel.”
       Bu Dona mempersilahkan. Sasa berjalan menuju bangku Aurel. Dengan senyum lebarnya Aurel menyambut Sasa dan menjulurkan tanganya seraya untuk berkenalan.
“Hay. Namaku Aurely Rudi. Panggil saja Aurel. Hehe. Namamu siapa?”
“Aku Sasa, bukannya tadi aku memperkenalkan diriku ya?”
“Masak? Hemm maaf aku lupa, emang gini nih pelupanya parah banget. Jangan kaget ya kalo aku sering lupa apa pun, kata dokter sih aku kena amnesia ringan.”
“Haha iya nanti aku bantu deh kalo lupa. Oh ya kamu mau kan jadi temenku, soalnya aku masih baru banget di Magelang.”
“Ya tentu lah, santai aja.” Dia senyum lebar lagi.
         Dering Bel tanda istirahat berbunyi. Aurel mengajak Sasa pergi ke kantin bersama. Mereka ingin pergi ke kantin, namun Aurel malah menuju arah sebaliknya dari arah kantin.
“Ini jalan ke kantin?”
“Bukan, iya ntar ke kantin aku mau nemuin kembaran aku dulu, mau aku kenalin kamu hehe.”
Tiba tiba seseorang menjotos lengan Aurel. Dan berbincang lama dengan Aurel sambil melirik ke arah Sasa. Karena Sasa masih anak baru mau gerak saja ia merasa canggung.
“Bang, kenalin nih temen baruku, namanya siapa tadi? Planet gitu deh namanya. Lupa hehe.”
“Aku Salsabila Venus, panggil saja Sasa.”
“Nah iya, ni abangku namanya Dynlan Rudi, tapi banyak yang manggil Didin, kata orang nama Dynlan kebagusan, haha, ” sambil menjitak adiknya. Dynlan atau Didin pun mengajak bersalaman Sasa. Karena terlalu lama berbincang dengan mereka, tak terasa bel masuk sudah berbunyi. Mereka pun bergegas kembali ke kelas mereka dan mengikuti pelajaran dengan baik.
         Semakin lama hubungan mereka sangat dekat. Hingga bisa dihitung setiap hari ada aja alasan Aurel untuk main ke rumah eyang. Entah Cuma numpang tidur siang karena sorenya Aurel harus les atau numpang neduh katanya. Memang Aurel akui ia baru pertana kali punya temen yang udah kaya sodar deket, padahal Aurel punya kembaran yaitu Didin. Tetap saja ia nyaman dengan Sasa.
         Tak terasa enam bulan sudah perjalanan persahabatan mereka. Hingga tiba saatnya untuk liburan. Hari pertama liburan hingga akhir entah kenapa jika Aurel main ke rumah pasti bersama Didin, Sasa pun berpikiran bahwa mungkin saja Didin tak punya teman main jika sedang liburan, jadi bisa saja dia kesepian lalu main ke Sasa.
“Dingaren kamu ikut Din ke sini?”
“Ngusir nih critanya?”
“Iya ni Sa maaf ya abangku emang lagi ngebet banget main ke rumah eyang mu. Boro-boro nganterin aku ke minimarket aja gak mau, kalo ke rumahmu aja langsung mau tanpa diajak langsung aja nembeng.” Dengan wajah kesal Aurel menceritakan kelucuan sifat kakaknya.
“Apa sih adik kesayangan abang, kalo ngomel suka asal deh. Gini Sa kalo liburan gini kan aku gabut ya, daripada cuma tidur makan mending aku ikut ke sini. Haha.”                
         Hari pun terus berjalan, tak terasa liburan telah usai, kini saatnya berjuang untuk semester selanjutnya. Setelah seminggu berjalan, kejadian aneh selalu menimpa Sasa, bukan horor ya. Ingat ini bukan horor. Kejadian seperti tiba-tiba ada bunga di laci Sasa, ada coklat di tas Sasa, ada bakso di meja biasa Sasa dan Aurel duduk. Dan Masih banyak lagi. Dan Pada tanggal 27 Juli ada bunga yang banyak gak seperti biasanya dan ada petunjuk peta untuk menuju suatu tempat. Karena Sasa penasaran, Sasa pun mengikuti arah petunjuk peta itu. Dan Peta berakhir di lapangan basket. Di sana juga berdiri seorang laki-laki berseragam sama dengan Sasa yang pasti merupakan siswa di SMA baru Sasa juga.
“Mas, ngapain ngasih bunga sama peta? Mas mau ngajak main peta dora?” Tiba tiba ia menoleh sembari mengatakan sesuatu yang membuat Sasa semakin bingung. Setelah menoleh pun membuat Sasa semakin bingung lagi.
“Dimas? Ngapain dia ngasih kaya gini?” kata Sasa dalan hati.
“Aku menunggumu sudah sejak pertama kali kamu masuk sekolah kita ini. Kamu tau yang mengirim surat cinta tiap malem? Ngirim bunga tiap pagi? Dan ngasih coklat tiap weekend?
“Tukang pos?”
“Itu aku Sa!”
“Tunggu deh, kamu itu temen sekelas aku kan? Kenapa kamu baru ndeketin aku akhir-akhir ini? Dan Lagian kenapa harus dadakan nembak aku?”
“Karena aku pikir kamu deket sama Didin. karena Setiap aku mau ke rumahmu selalu ada Didin. Akhirnya aku memberanikan diri untuk tanya sama Didin dan ternyata dia gak ada rasa sama kamu.”
“Jadi, Didin gak ada rasa sama aku?” tanya Sasa dalam hati.
“Dimas, aku akui perjuangan kamu ini hebat, tapi untuk sekarang ini aku belum bisa trima kamu, kita jalanin aja dulu kaya gimana ntar, aku bakal ngasih kamu jawaban, “ jawab lembut Sasa kepada Dimas.
“Baiklah Sa aku hargai keputusanmu, jangan marah ya Sa, jangan jauihi aku, aku akan tetep ngasih bunga ke kamu sampe kamu mau jawab ya.”
“Gak usah Dim.”
“Ya udah tapi nanti pulang sekolah aku anterin ya, please yang ini jangan nolak, aku mau lebih deket sama kamu.”
 “Hmm, ya.”
         Lalu Sasa kembali ke dalam kelas bersama dengan Dimas. Karena Aurel telat datang sekolah, Aurel melihat Sasa berjalan berdampingan dengan Dimas dan memberi kabar sang abang.
“Bang gaswat nih, Sasa jalan sama Dimas!”  Ia mengetik pesan singkat untuk abangnya. Tak lama kemudian abangnya membalas jawaban yang membuat Aurel tidak puas. “Ah masak, biarin deh. Abang mau ulangan dulu. Bye!”
“Dasar! Dibantuin malah gitu jawabnya. Huh untung abang kandung, ” gerutu Aurel.
Setelah mendapat hukuman dari guru BP karena terlambat, Aurel kembali ke kelas. 3 jam pelajaran pun berlalu. Saatnya istirahat, namun hari ini Aurel tidak mengajak Sasa ke kantin bersama. Ia malah meninggalkan Sasa sendiri. Karena merasa kasian, Dimas pun mendekati sasa dan mengajaknya ke kantin bersama dan akirnya Sasa bersedia mengiyakan ajakan Dimas karena perutnya sangat lapar. Sambil berjalan Sasa hanya diam dan tidak mengrubis perkataan Dimas. Akhirnya pun Dimas bertanya pada Sasa mengapa ia hanya diam saja.
“Hey, Sa. Kamu denger gak aku ngomong apa barusan?”
“Ha .. Apa?”
“Kebiasaan deh nglamun.. Mikirin apa sih? Kepikiran apa. Kejadian tadi pagi?”
“Hem iya Dim. Toh sekarang tambah Aurel, Ia kayaknya marah sama aku, tapi aku gak merasa punya salah, kenapa ya?”
“Udah mungkin Aurel lagi PMS.” Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka ke kantin. Setelah makan usai, mereka bercanda di kantin sambil nunggu bel masuk kelas. Secara tak sadar Sasa dan Dimas ternyata diintai oleh Aurel dan Didin.
“Tuh kan Bang apa kata adikmu ini. Mereka lagi deket kan. Lah Abang kagak bergerak cepet.”
“Kok kamu tau Dik, abang naksir sama sahabat kamu.”
Dengan wajah datar dia menjawab pertanyaan abangnya. “Kita kembar! Abang harus extra deketin Sasa lagi. Aku kira dalam benak Sasa, Sasa suka sama abang.”
“Lah sok tau amat nih bocah!”
“Ya udah nanti aku tanyain deh kecurigaanku.”
         Didin dan Aurel pun pergi ke kelas mereka masing masing. Bel masuk berdering Sasa dan Dimas pun ikut masuk kembali ke dalam kelas.
“Tettt. Pengumuman ditujukan kepada semua warga sekolah hari ini jam ke-4 sampai akhir ditiadakan karena guru staf karyawan akan mengadakan rapat untuk tahun baru. Terima kasih atas perhatian siswa.”
“Aurel, kamu marah?” tanya Sasa pada Aurel.
“Enggak Sa. Kenapa? Hehe”
“Tadi kok nyuekin aku?”
“Gapapa Sa tadi buru buru. Em iya nanti sore aku ke rumahmu ya.”
“Sa ayoo!” ajak Dimas.
“Emm iya.. Rel duluan ya.”
         Sambil berjalan Dimas mengajak Sasa ke Artos Mall untuk nonton film “heatshoot” di Platinum Cineplex. Karena durasi film lama, Sasa pun terlambat pulang sampai lupa bahwa eyangnya menunggunya di gerbang sekolah. Karena waktu sudah sore, Aurel pun menuju rumah Sasa dan bertemu eyang di gerbang sekolah. Karena Kebetulan arah rumah Aurel dan Sasa melewati SMA mereka. Ketika itu Aurel bertemu dengan eyang Sasa, Aurel Dan memberi tahu eyang bahwa jam sekolah sudah berakhir jam 10 pagi tadi. Dan Eyang pun pulang bersamaku ke rumah Sasa. Sambil menunggu Sasa eyang membuatkanku teh hangat karena hujan yang tak berhenti sejak siang tadi.
“Nduk, ini teh anget e di mimik.”
“Nggih eyang. Turnuwun. Eyang pun dahar dereng. Tak pesen ke baso eyang nek dereng.”
“Wes nduk ra semang. Eyang mau wes mangan janganne gaweane eyang uti.”
“Walah nggih pun eyang. Hehe.”
Suara mobil berhenti di depan rumah yang pasti Sasa sudah pulang. Sasa pun kaget melihat Aurel dia lupa bahwa ia ada janji dengan Aurel. Karena basah Sasa langsung menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Terdengar oleh Aurel. Eyang bercakap dengan Sasa.
“Nduk seko ndi kok gek mulih. Eyang mau nang Sekolahmu ngenteni suwe jebul wes bali to kit jam 10 mau. Seko ndi koe?”
“Aku tadi ngerjain tugas eyang. Maaf ya gak nelpon eyang, Sasa lupa, kayaknya penyakit Aurel nular ke aku eyang. Dingapunten eyang.”
“Yoo suk neh ojo baleni. Gawe kepikiran wong tuo. Ra bener kui nduk!”
“Nggih eyang.” Karena sebelumnya Didin telepon Aurel di mana. Dan Aurel pun menceritakan lagi menunggu Sasa pulang karena belum pulang dari sekolah. Karena khawatir Didin pun mendatangi rumah Sasa dengan terburu buru. Karena hujan masih ngguyur Kota Magelang, Didin pun terpeleset dari motornya dan kepalanya terbentur aspal. Firasat saudara kembar memang tak bisa dibohongi. Aurel mendapat firasat bahwa Didin sedang ada masalah dengan pecahnya gelas teh di dekatnya karena tersenggol tanpa sengaja. Akhirnya Aurel berusaha untuk menghubungi Didin. Namun gagal.
“Eyang Aurel pamit, perasaan Aurel gak enak soal Bang Didin, assalamualaikum.” Setelah tuntunan batin Aurel menemukan Didin dengan luka parah dan darah bercucuran. Karena panik, Aurel melepon ambulance dan membawa didin ke RST yang dekat dengan TKP. Dengan air mata yang bercucuran, Aurel berdoa agar kembarannya tidak meninggalkannya. Aurel pun juga menelepon Sasa bahwa Didin kecelakaan saat menuju rumah Sasa karena khawatir akan keadaan Sasa.
“Sa.. Huhuhu bang Didin sa.. Huuu.”
“Didin kenapa?”
“Bang Didin kecelakaan dan masuk ICU sa, kita kami sekarang di RST.”
“Aku ke sana.” Setelah tiba di ICU tiba-tiba Sasa melihat Didin yang sudah ditutup kain wajahnya. Karena Pikirnya itu Didin. Sontak wanita muda itu terkapar di sudut kamar ICU. Matanya nanar. "Didiiiiinnnnn!" Tiba-tiba ia seperti memanggil sebuah nama. Melengking, keras. Namun, kemudian hilang ditelan parau karena sudah tak tahan melihat Didin. Wanita muda itu adalah Sasa. Sasa tergeletak tak sadar diri. Setelah siuman Sasa pun kaget di depannya ada Aurel yang kebingungan melihat Sasa.
“Kamu gak papa Sa?”
“Didin meninggal kan? Jawab jujur.. Didin meninggal kan?”
“Ati-ati kalo ngomong Sa! Abang masih bernafas walaupun lagi koma.”
“Gak usah hibur aku. Aku lihat sendiri Didin ditutup kain wajahnya.”
“Hahahaha. Itu pasien lain keles. Di ICU kan bisa muat dua orang Sa. Abang sih di sebelahnya! Makanya aku bingung kamu histeris amat setelah di ICU.”
“Alhamdulillah lega aku Rel. Ternyata Didin gak papa.”
“Ciee ketauan yang sayang banget sama abang Didin.”
“Apaan sih Rel, hehe, ” timpal Sasa dengan senyum tersipu malu.
Setelah 4 hari akhirnya Didin siuman juga. Selama 4 hari juga Sasa setia menemani Didin. Orang yang pertama kaki dilihat Didin saat sadar juga Sasa.
“Alhamdulillah kamu sadar.”
“Kamu gak papa kan Sa, aku khawatir tahu sama kamu sampai terpeleset di tikungan deket SMP 3 itu.”
“Kok malah tanya aku sih. Kamu itu kan baru sadar gak usah mikir berat deh.”  
          Seminggu setelah pemulihan akhirnya Didin sembuh total. Dan ia pun mengutarakan semuanya yang selama ini ia pendam.
“Aku memang bukan manusia sempurna yang kaya seperti Dimas. Aku juga bukan apa-apa dibanding Dimas. Satu yang gak kalah sama Dimas. Aku gak akan pernah nyerah buat ngajak kamu ta’aruf sama aku sampai kita lulus sekolah tinggi. Aku bakal nikahin kamu. Aku gak mau pacaran kaya kebanyakan orang. Aku mau kamu jadi yang pertama dan terakhir dalam hidupku Salsabila Venus.
“ Terimalah lamaran ta’arufku ini.”
“Dynlan Rudi. Iya aku bakal nunggu kamu sampai lulus sekokah tinggi. Aku akan janji memperbaiki diri supaya bisa jadi istri buat kamu kelak.”
        Akhirnya dengan perjanan Cinta yang amat panjang, kisah cinta mereka selalu terkenang oleh keduanya. Cinta memang kadang sulit untuk dimengerti. Maka, pahamilah cinta, karena cinta bukan sekadar hanya dari pasangan saja, cinta sahabat, cinta eyang, cinta kawan, serta cinta Allah yang tak pernah padam kebesarannya.

Senin, 05 Desember 2016

BIOGRAFI

PAHLAWAN KELUARGA
Sudiyono lahir pada tanggal 2 Agustus 1965 tepatnya di sebuh desa Kecamatan Galur, Kulon Progo. Ia merupakan anak ke-3 dari tiga bersaudara dari pasangan Udi Utomo dan Lasiem Udi Utomo. Sudiyono atau yang akrab dipanggil Nono ini di bangku sekolah dasar sering menjadi penghibur bagi teman temannya karena kejahilannya di kelas. Ia menempuh pendidikan dasarnya pada salah satu sekolah yang berada di desanya. Ia menempuh sekolah dasar di SD Negeri 1 Mbunder. Setelah lulus dengan nilai tinggi, ia melanjutkan studinya di SMP Trimarta Lendah. Di sekolah ini pula citranya sebagai orang jail makin menjadi bahkan ia mempunyi seorang musuh yang sekarang malah menjadi istrinya. Pengalaman berorganisasi juga dimulai pada masa ini. Ia menjadi pengurus OSIS di sekolah menengah pertama ini. Setelah lulus Ia melanjutkan pendidkan di SMA Swasta terbaik di Lendah. Namun, ia hanya dua tahun bersekolah disana, pada tahun terahir ia pindah di SMA Negeri 1 Sentolo sampai dengan lulus. Pengalaman ia berorganisasi pada masa SMP dan SMA menjadikan ia senagia sosk laki-laki yang bertanggung jawab. Ia tidak pemalu bahkan ia condong sebagai seorang yang percaya diri untuk melakukan pekerja apapun. Yang penting halal tuturnya. Pengalaman belajar menyetir hingga bisa menyetir dimulai saat ia berada di bangku sekolah menengah pertama menjadi modalnya untuk menjadi sopir. Ia pernah menjadi seorang sopir seorang dokter, menjadi sopir ambulance, dan juga menjadi sopir truk bersama adik tirinya selama 8 tahun sejak umur 24 tahun. Selain itu Ia juga pernah menjadi buruh di Pabrik Sendok Garpu dan tidak di gaji selama 5 bulan sebelum ia pindah profesi menjadi supir truk Pekalongan- Wonosobo. Selama kariernya ia juga pernah menjadi buruh di pabrik buuh borongan listrik di Yogyakarta selama tiga tahu sebelum ia punya bengkel di desa tempat tinggalnya sekarang. Kisah cinta sosok ini sangat unik, sejak SMP ia terkenal sebagai playboy karena ia sering dikejar kejar cewek di sekolahnya dulu. Meskipun ia sering disebut playboy oleh kawan kawannya, ia tidak pernah pacaran. Hingga akhirnya ia menaruh hati kepada musuh kelahiran Kulon Progo 26 Agustus 1966 yang bernama Sarti Peni yang sekarang menjadi istrinya. Karena sering bertengkar dikelasnya, guru BP pun sering mnegur mereka namun tidak ada perubahan pada mereka. Setelah menikah pada tanggal 26 Januari 1989 ia dikaruniai seorang gadis kecil pda tahun 1990 bernama Reni Anjarwati yang kini telah berumur 26 tahun dan telah bekerja sebagai perawat di RS Sant. Elisabeth kota Bekasi , lalu delapan tahun kemudian mereka dikaruniai seorang anak perempuan lagi yang diberi nama Nunung Lusiana yang telah berumur 18 tahun yang masih duduk di bangku sekolah mengah atas di SMA Negeri 2 Kota Magelang. Meskipun luka hidup dan liku hidup sangat terjal serta sulit ia jalani, ia tetap menjadi pahlawan bagi anak dan istrinya. Ia rela berkorban apapun demi kepandaian kedua malaikat kecilnya dengan menyekolahkan anak anaknya hingga menjadi orang sukses adalah cita- citanya terbesarnya saat ini. Moto hidupnya adalah “Berjuanglah selagi kau mampu, jika kau mampu, lakukanlah dengan sangat baik dan jika gagal jangan pernah menyerah”.

Minggu, 04 Desember 2016

IKLAN

IKLAN Iklan adalah informasi yang isinya membujuk khalayak banyak supaya tertarik kepada barang atau jasa yang ditawarkan. Dengan kata lain, iklan memberitahu kepada banyak orang mengenai barang dan jasa yang dijual, dipasang di media massa audio visual atau hanya radio. Salah satu macam iklan adalah iklan sosial, berikut adalah contoh iklan sosial.
1. Tulisan dukung dan sukseskan bewarna hitam agar dapat langsung terlihat oleh pembaca. 2. Tanggal 15 ditulis dengan huruf merah besar agar nampak jelas bahwa pemilu akan dilaksanakan pada tanggal itu. 3. Boneka kepala monas menandakan bahwa pemilu dilaksanakan di jakarta , monas juga salah satu maskot jakarta. 4. Warna background kuning adalah lentera untuk pemimpin yang terpilih nantinya.

TEKS BERITA

PEMILOS 2016/2017
Senin, (14/11/16) SMAN 2 Magelang mengadakan Pemilos atau Pemilihan Ketua OSIS periode 2016/2017 yang diikuti oleh semua warga SMAN 2 Magelang guna memperbaharui struktur organisasi OSIS yang lama. Acara dimulai pada pukul 11.00-selesai. Para siswa itu tampak menyimak arahan dari MPK tentang tata cara pemilihan yang sesuai dengan aturan pemilu. Semua petugas MPK melakukan persiapan. Kemudian MPK memberikan penjelasan tentang cara memilih kondisi surat suara, dan detail teknisnya. Satu persatu pelajar memasuki TPS, pelajar wajib berbaris di depan panitia, kemudian mereka tanda tangan perkelas untuk daftar hadir. Setelah itu, warga sekolah mendapat surat suara dan langsung menuju bilik untuk mencoblos. Di dalam surat suara itu berisi gambar tiga pasangan calon pemimpin OSIS sekolah tersebut. Kemudian pelajar memasukkan surat suara ke dalam kotak suara dengan arahan petugas MPK. Setelah selesai, mereka mecelupkan salah satu jari untuk tanda bahwa warga sekolah itu sudah memilih. Pemilihan berjalan dengan lancar walau hanya ada kendala cuaca yang terik. Pemungutan suara dilanjutkan dengan penghitungan suara, kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui siapa pemimpin baru yang akan menggantikan Ilham Zaidan (ketua OSIS 2015/2016). Pengumuman ketua umum telah tiba, ketua OSIS periode 2016/2017 telah terpilih yaitu M. Iksanul Amal kemudian yang terpilih sebagai ketua satu yaitu Purbo Listyo dan ketua 2 yaitu Aldi Sahara Rusli.