Skuy cah
Senin, 05 Desember 2016
BIOGRAFI
PAHLAWAN KELUARGA
Sudiyono lahir pada tanggal 2 Agustus 1965 tepatnya di sebuh desa Kecamatan
Galur, Kulon Progo. Ia merupakan anak ke-3 dari tiga bersaudara dari pasangan Udi Utomo
dan Lasiem Udi Utomo.
Sudiyono atau yang akrab dipanggil Nono ini di bangku sekolah dasar sering menjadi
penghibur bagi teman temannya karena kejahilannya di kelas. Ia menempuh pendidikan
dasarnya pada salah satu sekolah yang berada di desanya. Ia menempuh sekolah dasar di SD
Negeri 1 Mbunder. Setelah lulus dengan nilai tinggi, ia melanjutkan studinya di SMP
Trimarta Lendah. Di sekolah ini pula citranya sebagai orang jail makin menjadi bahkan ia
mempunyi seorang musuh yang sekarang malah menjadi istrinya. Pengalaman berorganisasi
juga dimulai pada masa ini. Ia menjadi pengurus OSIS di sekolah menengah pertama ini.
Setelah lulus Ia melanjutkan pendidkan di SMA Swasta terbaik di Lendah. Namun, ia hanya
dua tahun bersekolah disana, pada tahun terahir ia pindah di SMA Negeri 1 Sentolo sampai
dengan lulus.
Pengalaman ia berorganisasi pada masa SMP dan SMA menjadikan ia senagia sosk
laki-laki yang bertanggung jawab. Ia tidak pemalu bahkan ia condong sebagai seorang yang
percaya diri untuk melakukan pekerja apapun. Yang penting halal tuturnya. Pengalaman
belajar menyetir hingga bisa menyetir dimulai saat ia berada di bangku sekolah menengah
pertama menjadi modalnya untuk menjadi sopir. Ia pernah menjadi seorang sopir seorang
dokter, menjadi sopir ambulance, dan juga menjadi sopir truk bersama adik tirinya selama 8
tahun sejak umur 24 tahun. Selain itu Ia juga pernah menjadi buruh di Pabrik Sendok Garpu
dan tidak di gaji selama 5 bulan sebelum ia pindah profesi menjadi supir truk Pekalongan-
Wonosobo. Selama kariernya ia juga pernah menjadi buruh di pabrik buuh borongan listrik di
Yogyakarta selama tiga tahu sebelum ia punya bengkel di desa tempat tinggalnya sekarang.
Kisah cinta sosok ini sangat unik, sejak SMP ia terkenal sebagai playboy karena ia
sering dikejar kejar cewek di sekolahnya dulu. Meskipun ia sering disebut playboy oleh
kawan kawannya, ia tidak pernah pacaran. Hingga akhirnya ia menaruh hati kepada musuh
kelahiran Kulon Progo 26 Agustus 1966 yang bernama Sarti Peni yang sekarang menjadi
istrinya. Karena sering bertengkar dikelasnya, guru BP pun sering mnegur mereka namun
tidak ada perubahan pada mereka. Setelah menikah pada tanggal 26 Januari 1989 ia
dikaruniai seorang gadis kecil pda tahun 1990 bernama Reni Anjarwati yang kini telah
berumur 26 tahun dan telah bekerja sebagai perawat di RS Sant. Elisabeth kota Bekasi , lalu
delapan tahun kemudian mereka dikaruniai seorang anak perempuan lagi yang diberi nama
Nunung Lusiana yang telah berumur 18 tahun yang masih duduk di bangku sekolah mengah
atas di SMA Negeri 2 Kota Magelang.
Meskipun luka hidup dan liku hidup sangat terjal serta sulit ia jalani, ia tetap menjadi
pahlawan bagi anak dan istrinya. Ia rela berkorban apapun demi kepandaian kedua malaikat
kecilnya dengan menyekolahkan anak anaknya hingga menjadi orang sukses adalah cita-
citanya terbesarnya saat ini. Moto hidupnya adalah “Berjuanglah selagi kau mampu, jika kau
mampu, lakukanlah dengan sangat baik dan jika gagal jangan pernah menyerah”.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Yo, nuwun. Kan dah diajari nulis itu ada alineanya, tidak "ndlujur" koyo kuwi.
BalasHapus